Imathreeana's Blog











{October 4, 2010}   pengkajian dan diagnosa keperawatan pneumothorax
  1. PENGKAJIAN

–  Riwayat keperawatan

Klien terdapat penyakit paru, bila ditemukan adanya iritan pada paru yang meningkat maka mungkin terdapat riwayat merokok. Penyakit yang sering ditemukan adalah pneumotoraks, hemotoraks, pleural effusion atau empiema. Klien bisa juga ditemukan adanya riwayat trauma dada yang mendadak yang memerlukan tindakan pembedahan.

–  Pemeriksaan

Adanya respirasi ireguler, takhipnea, pergeseran mediastinum, ekspansi dada asimetris. Adanya ronchi atau rales, suara nafas yang menurun, perkursi dada redup menunjukan adanya pleural effusion, sering ditemui sianosis perifer atau sentral, takikardia, hipotensi,dan nyeri dada pleural.

–  Faktor perkembangan/psikososial

Klien mengalami kecemasan, ketakutan terhadap nyeri, prosedur atau kematian, karena penyakit atau tindakan. Persepsi dan pengalaman lampau klien terhadap tindakan  ini atau hospitalisasi akan mempengaruhi keadan psikososial klien.

–  Pengetahuan klien dan keluarga

Pengkajian diarahkan pada pengertian klien tentang tindakan WSD, tanda atau gejala yang menimbulkan kondisi ini, tingkat pengetahuan, kesiapan dan kemauan untuk belajar.

  1. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa Pre Operasi

1.      Ketidakefektifan pola pernapasan berhubungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap peningkatan tekanan dalam rongga pleura.

2.      Bersihan jalan nafas tidak efektif yang berhubungan dengan adanya akumulasi secret jalan nafas.

3.      Gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan penurunan kemampuan ekspansi paru dan kerusakan membrane alveolar kapiler.

4.      Cemas yang berhubungan dengan adanya ancaman kematian yang dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernafas).

5.      Kurang pengetahuan berhubungan dengan  keterbatasan informasi mengenai prose penyakit dan pengobatan (WSD)

Diagnosa Post Operasi

6.      Perubahan kenyamanan : Nyeri akut berhubungan dengan trauma jaringan.

7.      Gangguan  mobilitas fisik berhubungan dengan ketidaknyamanan sekunder akibat pemasangan WSD.

8.      Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan adanya luka pasca pemasangan WSD.

9.      Risiko tinggi trauma yang berhubungan dengan tidak optimalnya drainage selang sekunder akibat pipa WSD terjepit

10.  Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan insersi WSD.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: